Tingkatkan Produktivitas Petani, Lamhot Sinaga Salurkan Mesin Pemipil Jagung

13-10-2021 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Lamhot Sinaga mencoba  mesin pemipil jagung saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses di Kabupaten Toba. Foto: Ridwan/rni

 

Anggota DPR RI Lamhot Sinaga membantu petani jagung untuk meningkatkan produktivitas melalui penyaluran mesin pemipil jagung di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Pemberian mesin pemipil ini untuk mengimbangi luasan lahan jagung sebesar 3000-5.000 hektar, khususnya di Kabupaten Toba dan tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba pada umumnya. Sehingga, luasan lahan tersebut ditunjang produktivitas petani dalam memipil jagung yang saat ini masih dilakukan secara manual.

 

“Persoalannya adalah masyarakat di sekitar Danau Toba ini memipil jagung masih manual. Jadi, tidak sama antara luasan jagung dengan produktivitas pemipil jagungnya. Jadi kapasitas produksi di tingkat petani sangat rendah,” ujar Lamhot usai memberikan lima belas unit mesin pemipil jagung di Kabupaten Toba, pada rangka reses DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, Senin (11/10/2021).

 

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan jika rata-rata tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba ini memiliki luasan 3.000 hektar jagung, berarti total terdapat 21 ribu hektar lahan yang siap dipakai untuk memproduksi jagung. Jika satu hektar mampu hasilkan enam ton dengan kapasitas mesin bekerja enam jam per hari, maka enam ton tersebut dikali luas lahan 21 ribu hektar, bisa menghasilkan 126 ribu ton per hari.

 

“126 ribu ton hanya dari kawasan Danau Toba saja. Tapi persoalannya adalah itu dari sisi luasan lahan. Belum pada produktivitas petaninya dalam memipil jagung. Hitungan saya begitu saja,” ujarnya. Lamhot menilai potensi untuk meningkatkan produktivitas jagung di masyarakat sekitar Danau Toba ini sangat luar biasa. Sebab, bertani jagung bagi masyarakat di daerah tersebut adalah suatu kegiatan turun-temurun yang sudah dilakukan sejak lama oleh para petani tersebut.

 

“Sehingga, saat harga jagung sekarang yang sedang bagus karena bertepatan dengan momentum pemerintah setop importasi jagung, maka komoditas jagung ini akan menjadi komoditas unggulan di daerah ini. Selain komoditas lain yang sudah berjalan dengan baik sejauh ini,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI ini.

 

Legislator dapil Sumatera Utara II tersebut menambahkan, sebelum terjadi setop importasi, harga jual  jagung di tingkat petani hanya Rp2.500-3000 per kilogram. Tapi, setelah terjadi setop importasi, harga langsung naik di kisaran Rp5.000. Berarti, hampir naik dua kali lipat semenjak importasi disetop beberapa waktu lalu.

 

“Itu niat saya dan saya akan usahakan (bantuan) sampai Bulan Desember. Saya akan fokus bantu kawasan Danau Toba ini di tujuh kabupaten ini. Target saya untuk kebutuhan nasional paling tidak ¼ ton yang bisa dikontribusikan. Jadi, itulah tentang jagung yang bisa saya jelaskan kenapa jagung,” tutup Lamhot.

 

Adapun pemberian mesin pemipil jagung ini hasil dari kerja sama dengan beberapa BUMN, seperti PT Inalum, PT Indofarma, dan PTPN III dan IV. Ke depan, Lamhot berupaya agar SKK Migas dan Bank BRI juga bisa terlibat dalam program CSR tersebut ke depannya. Selain bantuan pemipil jagung, Lamhot juga memberikan bantuan berupa sembako, uang tunai untuk pembangunan drainase serta perbaikan jalan raya. (rdn/sf)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...