‘Parliament Lecture’ Tradisi Baru di Senayan

19-03-2021 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat Willy Aditya. Foto: Azka/Man

 

Narasi politik akhir-akhir ini semakin menjauh dari apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Politik hanya menghadirkan selebrasi yang miskin substansi. Idealnya politik adalah tentang pertarungan gagasan yang dipenuhi dengan imaji tentang negara, bangsa, dan masyarakat. Di tengah kealpaan itu, Fraksi Partai NasDem mencoba menghadirkan praktek politik gagasan yang dilandasi oleh kesamaan pikiran dan kepentingan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

 

Hal ini menjadi dasar Fraksi Partai NasDem menggagas terselenggaranya Parliament Lecture sebagai instrumen dalam mendorong gagasan cerdas menjadi referensi arah perjuangan politik partai. Parliament Lecture diharapakan dapat menjadi ruang diskusi beragam isu-isu penting dan aktual baik yang sedang berkembang di masyarakat maupun yang tengah bergulir di lembaga parlemen.

 

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat Willy Aditya menyampaikan, Parliament Lecture merupakan tradisi baru di Senayan. Willy mengatakan, Fraksi Partai NasDem ingin membangun kultur baru di DPR, sesuai amanah dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahwa Partai NasDem berdiri dengan spirit politik gagasan.

 

“Maka bagaimana menggelindingkan politik gagasan dalam mengambil setiap kebijakan-kebijakan. Basisnya dalah pendekatan-pendekatan yang scientific. Parliament Lecture hari ini adalah sesi pertama dengan topik “Memajukan Demokrasi, Merawat Republik”. Kita selalu ramai dengan pembahasan demokrasi tetapi miskin dengan narasi republik. Padahal di depan kata Indonesia itu ada kata Republik,” terang Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat  (19/3/2021).

 

Willy menyatakan, ini akan menjadi guidens bahwa kompetisi dalam era demokrasi tidak terelakkan, tetapi pekerjaan untuk membangun dan memajukan republik untuk kemudian politik untuk negara dan bangsa harus kita kerjakan bersama-sama.

 

Ia menjelaskan, output dari proses ini, setiap kebijakan-kebijakan bisa di guidens dengan pendekatan-pendekatan yang scientific. “Dari output ini kami juga akan membuat jurnal secara rutin. Itu yang akan kami sebarkan, tidak hanya kalangan Partai NasDem, tetapi semua yang ada di Senayan. Oleh karenanya acara ini terbuka untuk seluruh fraksi, Anggota DPR, Anggota DPD, jurnalis, maupun tenaga ahli. Kami membuka diri, biar kemudian dialektika gagasan itu terjadi. Sehingga walaupun posisi politik berbeda-beda tetapi untuk politik kebangsaan, politik republik kita harus bisa bersama-sama,” paparnya.

 

Acara Parliament Lecture ini rencananya akan diadakan secara rutin setiap dua bulanan. “Untuk edisi depan kita sudah punya agenda yaitu masalah Papua,” pungkas Wakil Ketua Baleg DPR RI itu. (dep/es)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...