Masuk Senayan, Rizal Bawazier Miliki Program Ikon Desa Guna Pengembangan UMKM

13-10-2024 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI 2024-2029 Rizal Bawazier. Foto: Ist/vel

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota DPR RI 2024-2029 Rizal Bawazier memiliki sejumlah program selama dirinya akan mengemban amanah di DPR RI. Satu di antaranya adalah Program Ikon Desa dalam rangka pengembangan UMKM, khususnya yang ada di Dapil Jawa Tengah X, yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Batang, dan Kota Pekalongan.

 

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. “Secara nasional 97 persen tenaga kerja Indonesia (berasal) dari (sektor) UMKM. Lalu 60,4 persen pendapatan negara dari UMKM," tutur Rizal saat meninjau 50 stan UMKM yang berjajar di acara Bazar Kuliner Halalan Toyyiban dalam rangka Milad Al Irsyad Al Islamiyah ke-110, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (13/10/2024).

 

RB, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa salah satu tujuannya jadi wakil rakyat adalah mengembangkan UMKM. Ia menyebut salah satu programnya adalah membuat ikon desa untuk mengembangkan UMKM.

 

"Ikon desa itu misalnya ada desa sapi, desa kambing. Itu nanti kita tentukan supaya jalur untuk pemasarannya mudah. Termasuk di Comal ini yang bisa jadi ikon desanya apa," jelasnya.

 

“Yang penting produknya kompetitif, apalagi sekarang banyak impor impor ilegal. Inilah yang kita perjuangkan”

 

Melalui ikon desa, Politisi Fraksi PKS itu, berkomitmen agar UMKM akan dibina agar menghasilkan produk yang kompetitif dan bisa bersaing secara global. Ia juga menyebut perlunya memperkuat UMKM karena saat ini banyak impor-Impor ilegal.

 

"Yang penting produknya kompetitif, apalagi sekarang banyak impor impor ilegal. Inilah yang kita perjuangkan," ucapnya.

 

Ia pun yakin bahwa UMKM akan berkembang seiring dengan rencana dipisahnya Kemenkop UMKM menjadi kementrian Koperasi dan Kementrian UMKM.

 

Ketua panitia acara, Sofiyan Nahdi menyebut bahwa Bazar Kuliner Halalan Toyyiban Al Irsyad Al Islamiyah merupakan even tahunan. Setiap tahun jumlah peserta makin meningkat, dari 30 hingga saat ini 50 peserta.

 

"Ada kuliner dan non kuliner. Untuk non kuliner ada Bank Syariah Indonesia (BSI), biro umrah dan sebagainya," jelasnya. (rdn)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...