Fikri Faqih Minta Percepat Penanganan Pengungsi Bencana Tanah Bergerak di Desa Darmasuci Tegal
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih minta pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mempercepat penanganan pengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Darmasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sebab, menurut informasi yang didapatkannya, terdapat lebih dari 800 orang warga terdampak bencana alam tersebut, yang ditempatkan sementara di lokasi SDN 1 Desa Darmasuci.
“Di belakang saya ini terlihat, balai desanya saja sudah rusak begini. Saya dapat informasi, cuma 30 rumah rusak, ternyata setelah peninjauan sudah ada 200 lebih rumah rusak dan warga yang terdampak 800 lebih dan sekarang ditampung di SDN 1 Desa Darmasuci,” ujar Fikri sebagaimana dikutip Parlementaria dari video di instagram pribadinya, Minggu (20/2/2022).
Kondisi ini perlu segera ditangani, sebab dengan dipakai untuk jadi lokasi pengungsian hingga selesainya tanggap darurat pada 2 Maret mendatang, sekolah tersebut juga akan digunakan bagi anak-anak sekolah yang akan hadapi ujian tengah semester genap pada 7 Maret 2022. Untuk percepat penanganan ini, Fikri mengakui sudah menemui Wakil Bupati Tegal Sabillah Ardie dan menelpon Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jumeri untuk mencari solusi agar pendidikan anak-anak sekolah tidak turut terganggu.
“Jadi, sekali lagi, Pemerintah Pusat, Pemprov, dan Pemkab/kota, sesuai kewenangannya di UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, bisa saling kerja sama. Ini bukan penanganan biasa saja, karena ini bencana, dan bencananya pas sudah selesai. Saya tanya warga, tidak ada yang jamin karena ketika hujan maka tanah itu bergerak,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX ini.
Diketahui, sebanyak 238 rumah warga dilaporkan rusak akibat bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Tegal, Jawa Tengah pada Minggu (13/2/2022). Sedikitnya 832 jiwa terdampak dengan 296 jiwa dari 99 kepala keluarga (KK) di antaranya dilaporkan masih mengungsi hingga Senin (14/2/2022).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono mengatakan, Pemkab kini tengah menyiapkan relokasi rumah warga yang rusak berat ke lahan yang telah disiapkan pihak desa seluas satu hektar. “Saat ini masih melakukan penanganan darurat untuk kebutuhan pokok di pengungsian. Serta penanganan akses jalan yang amblas akibat tanah bergerak,” kata Widodo kepada wartawan, Senin (14/2/2022). (rdn/sf)