Anggota DPR Siap Perjuangkan Pembangunan Kolam Retensi di Purwokerto

Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti. Foto: Dok/Man
Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti meninjau langsung pembangunan danau di kawasan Kota Baru, Jalan Bung Karno, Purwokerto yang akan diperuntukkan sebagai kolam retensi. Dalam kunjungannya, Novita menegaskan siap memperjuangkan pembangunan kolam retensi itu kepada yang hingga kini baru mendapat dana dari pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp23,5 miliar pada tahap pertama dari total keseluruhan anggaran Rp60 miliar.
Demikian disampaikan Novita dalam siaran persnya usai meninjau lokasi pembangunan kolam retensi di Purwokerto, Jawa Tengah, baru-baru ini. Turut hadir dalam kunjungan tersebut diantaranya Bupati Banyumas Achmad Husein, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Budiyono, Anggota DPRD Kabupaten Banyumas M. Erlangga Adi Nugraha dan Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Rachmat Imanda.
“Saya ingin melihat langsung seperti apa pembangunan kolam retensi berjalan di lapangan. Dengan melihat langsung ini bisa menjadi bekal saat rapat dengar pendapat nanti untuk menjadi skala prioritas. Pembangunan kolam retensi membutuhkan anggaran Rp60 miliar. Namun, saat ini pembangunan ini baru didanai Rp23,5 miliar. Sisanya, akan saya usulkan kembali dalam rapat dengar pendapat mendatang,” ujar Novita.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini mengharapkan rencana pembangunan kolam retensi di pusat kota diharapkan bisa menampung air sebagai cadangan air serta antisipasi banjir. “Sekailgus, juga diharapkan kolam retensi dapat menjadi pusat wisata di kawasan Kota Baru Purwokerto, Banyumas dimana anggaran berkolaborasi antara pusat dan daerah. Semoga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” pungkas Novita.
Diberitakan, PUPR melalui Balai Besar Wilayah Serayu Opak mengalokasikan anggaran pembangunan retensi seluas 8 hektar dengan anggaran sebesar Rp23,5 miliar pada tahap pertama dan saat ini sedang dalam penyiapan lelang oleh PUPR. Adapun, kolam retensi dibuat bertujuan menampung air hujan secara langsung dan aliran dari sistem drainase untuk kemudian diresapkan ke tanah. Apalagi, di Purwokerto sudah banyak lahan resapan yang tertutup atau yang berubah fungsi menjadi kawasan perumahan dan perkantoran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas menerangkan target fisik diperkirakan dapat dimulai Februari mendatang, dan diharapkan akhir tahun sudah selesai. “Kolam retensi ini sedang persiapan untuk lelang di Kementerian PUPR. Kalau lelang lancar, pelaksanaan mungkin bisa mulai Februari. Jikalau Februari, dengan target pengerjaan 6 bulan maka diperkirakan akhir tahun sudah selesai,” tutupnya. (pun/sf)